TNB Nani Wartabone Gelar Lokakarya Terkait Taman Nasional

TNB Nani Wartabone Gelar Lokakarya Terkait Taman Nasional

by June 21, 2016

WartaBolmong.com, Kotamobagu Balai Taman Nasonal bekerjasama dengan EPASS melakukan Kegiatan Acara Lokakarya Koordinasi Antar Lembaga Penegak Hukum Untuk Perlindungan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Senin (20/6) di Hotel Sutanraja Kotamobagu.

Turut Hadir dalam Acara tersebut antara lain Ketua Pengadilan Negeri Romel Tampubolon, Kejari Bolmong Dasplin. SH, Kepolisian Resort Bolmong, Kepala Balai GAKUM dan LHK Sulawesi, dan Peserta Lokakarya Perwakilan i Balai TNBNW.

Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Ir. Noel  Layuk Allo,MM  dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW)  adalah Taman Nasional darat terbesar di pulau sulawesi yg memiliki keaneka ragaman hayati yang cukup tinggi, terdapat 32 jenis mamalia atau 15 jenis yang terancam punah, ada 192 jenis burung dimana 20 jenis diantaranya terancam punah, 23 jenis ampibi dan reftil serta 289 jenis pohon.

“ Taman Nasional Bogani Warta Bone melindungi  25 species prioritas secara Nasional, ada 3 species satwa yang Endemik di TNBNW yaitu Anoa, Maleo dan Babi rusa, sedangkan untuk Endemik Pohon ataupun Flora yang ada di Taman Nasional cukup banyak yang di antaranya ada Pohon Nantu, Palma Matayangan,Eboni atau kayu hitam,cempaka. TNBNW memiliki luas sekitar 282.008 H, yang memanjang dari sulawesi uatara sampai Gorontalo dan terdapat di 4 kabupaten, Kab. Bolmong , Kab.Bolmut,Kab.Bolsel, dan Bone Bolango Prop.Gorontalo.“ jelasnya

Berbagai macam masalah dan Ancaman yang dihadapi oleh Taman Nasonal Bogani Nani wartabone antara lain seperti perambahan hutan, Penebangan liar,Perburuan, Penambangan Liar, dan juga Pembakaran Hutan yang menyebabkan menurunnya fungsi dan kualitas kawasan.

“ Penegakan Hukum untuk perlindungan kawansan konservasi belum berjalan maksimal, koordinasi antara Lembaga terkait belum sepenuhnya berjalan, mengakibatkan kurangnya kasus-kasus belum berhasil disidangkan dengan hukuman yang belum memberikan efek jerah. “ tuturnya.

Lanjut Noel menyampaika , bahwa Sala satu solusi untuk mengurangi ancaman ini yaitu perlu adanya kerjasama yang erat antar lembaga penegak Hukum, dengan jalur koordinasi  dan rencana aksi yang harus disepakati secara bersama-sama.

“ Koordinasi Lembaga-lembaga ini diharapkan mampu mengurangi ancaman terhadap Taman Nasional secara signifikan dan jika ini berhasil dilaksanakan di wilayah BMR  sulut dan Prop.Gorontalo, akan mudah untuk diaplikasikan secara bersama-sama, sehingga kegiatan ini akan menjembatani para pihak dalam mensinergikan dan menintergrasikan program  sesuai dengan Tupoksi masing-masing instansi.” tutupnya.(Boby)

Sumber: http://www.wartabolmong.com/bmr/tnb-nani-wartabone-gelar-lokakarya-terkait-taman-nasional/