Bersatu untuk Cagar Alam Tangkoko Yang Lebih Baik

Bersatu untuk Cagar Alam Tangkoko Yang Lebih Baik

by Desember 17, 2015

Sebagai bagian dari fase perkenalan, Unit Pengelola Proyek (PMU) dan Unit Koordinasi Lapangan (FCU) Cagar Alam Tangkoko menyelenggarakan sosialisasi proyek Peningkatan Sistem Kawasan Konservasi di Sulawesi untuk Konservasi Keanekaragamana Hayati (E-PASS) di Novotel Manado pada tanggal 16-17 Desember 2015.

Tujuan dari sosialisasi tersebut adalah untuk mengenalkan proyek E-PASS kepada pemangku kepentingan terkait dan memastikan bahwa mereka memahami fungsi, peranan, dan tanggung jawab mereka masing-masing di dalam proyek ini, terutama di wilayah lokasi demonstrasi proyek.

Sosialisasi proyek E-PASS ini dilaksanakan bersama-sama dengan Lokakarya “Future of Tangkoko”. Lokakarya ini bertujuan untuk mendiskusikan sistem pengelolaan wilayah konservasi terutama di Tangkoko. Lokakarya ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Satu Aliansi untuk Melindungi Alam (SAMA) Sulawesi Utara, berkoordinasi dengan FCU proyek E-PASS Tangkoko.

Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Novianto Bambang W, M.Si, yang mewakili Direktur Jenderal.

Lebih dari 70 peserta menghadiri acara tersebut. Mereka terdiri dari pemerintah daerah dan Forum Masyarakat Konservasi Hutan (FMKH) di sekitar wilayah Tangkoko, kepala resort ekowisata setempat, Asosiasi Pariwisata Sulawesi Utara, pemandu pariwisata lokal, Selamatkan YAKI dan LSM setempat lainnya, serta perwakilan akademik. Selama kegiatan dua hari tersebut mereka terlibat dalam diskusi mengenai keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan Tangkoko, potensi ekowisata di Bitung, kerjasama konservasi di Sulawesi Tengah, dan potensi sumber energy di Tangkoko. Diskusi peserta menggunakan metode seperti diskusi kelompok, wawancara tatap muka, dan presentasi kelompok.

Di akhir kegiatan, sebuah kesepakatan rumusan hasil lokakarya ditandatangani oleh semua peserta. Dengan menandatangani rumusan hasil tersebut, tiap peserta dianggap menyetujui hasil-hasil tersebut dan diharapkan dapat mendukungnya sesuai peranan dan kapasitas masing-masing.

Kesepakatan rumusan hasil lokakarya tersebut juga merefleksikan penerimaan dan entusiasme para pelaku konservasi di Sulawesi Utara terhadap proyek E-PASS. Beberapa rumusan hasil yang terkait dengan proyek E-PASS antara lain harapan agar proyek E-PASS membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar melalui pendidikan konservasi dan membentuk agen-agen konservasi yang mendukung pemerintah dalam pengawasan kebijakan pengelolaan hutan dan memfasilitasi perlindungan hutan berbasis masyarakat. (elh)