Kerjasama Sangat Berpengaruh Terhadap Upaya Pelestarian Taman Nasional

Kerjasama Sangat Berpengaruh Terhadap Upaya Pelestarian Taman Nasional

by September 7, 2016

Bone Bolango, InfoPublik – Kepala SPTN Wilayah I Gorontalo Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Bagus Tri Nugroho, S.Hut.MT.M.Eng mengatakan keberadaan keanekaragaman hayati di Pulau Sulawesi, khususnya di kawasan konservasi TNBNW tidak akan selalu tetap keberadaannya, baik itu jumah serta jenisnya.

Sebab tetap saja terancam dan terdegradasi dengan cepat seiring dengan perkembangan pembangunan, terbukanya akses di sekitar kawasan konservasi, perubahan tata guna lahan, terutama konversi hutan menjadi kebun, pembalakan liar, penambangan emas tanpa izin, konflik batas, perburuan liar, dan kebakaran hutan.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan dapat mengancam keanekaragaman hayati di kawasan konservasi tersebut. Oleh karenanya, kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan kekayaan hayati di kawasan ini, harus dicegah.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati di taman nasional, yakni adanya kerjasama dan kolaborasi dari semua stakeholder yang ada khususnya di Provinsi Gorontalo, baik di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo maupun dari kalangan media, dan sebagainya.

Kerjasama dan kolaborasi ini penting, dan itu harus tetap terjalin terus, karena keberhasilan dan kelestarian taman nasional juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana kekompakan kita untuk bisa menggarap apa yang menjadi potensi maupun permasalahan yang ada di taman nasional dan sekitarnya.

Demikian disampaikan Kepala SPTN Wilayah I Gorontalo Balai TNBNW Bagus Tri Nugroho, S.Hut.MT.M.Eng saat menutup rangkaian kegiatan lokakarya membangun rencana kelola bersama berbasis tapak di kawasan penyangga TNBNW di Gorontalo, yang berlangsung dari tanggal 6-7 September 2016, di Hotel Maqna Gorontalo, Rabu (7/9).

Bagus mengatakan besar harapan Balai TNBNW melalui dukungan E-PASS adanya kerjasama dan kolaborasi dari seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Gorontalo, khususnya di Kabupaten Bone Bolango.

Menurutnya, sebagaimana visi dan misi dari Balai TNBNW untuk mengelola taman nasional yang terbentang dari wilayah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo hingga ke Desa Doloduo Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Ini diharapkan kita bisa wujudkan dan realisasikan bersama seiring dengan kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan. “Jika masyarakat di sekitar kawasan sejahtera, maka secara otomatis mereka bisa ikut membantu menjaga dan melestarikan kawasan konservasi taman nasional tersebut,”ujar Bagus.

Disisi lain, Bagus tak lupa menyampaikan terima kasih atas masukan seluruh peserta lokakarya, sehingga melahirkan suatu konsep apa yang dibutuhkan dan apa yang diharapkan dari pengelolaan kolaboratif untuk daerah maupun kawasan penyangga di sekitar TNBNW.

“Harapan kami terutama dari taman nasional, apa yang telah kita rencanakan dan apa yang telah terindentivikasi pada kegiatan lokakarya ini, baik itu potensi, permasalahan ataupun rencana-rencana yang sudah tersusun, itu benar-benar bisa kita realisasikan bersama,” katanya.

Selanjutnya, harapan Balai TNBNW juga dengan UPT BPKH Wilayah XV Gorontalo kedepan adalah bagaimana kita bisa kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Bappeda, dan BLH terkait dengan bagaimana mengatasi isu-isu lingkungan dan kehutanan, khususnya di wilayah kawasan konservasi taman nasional di wilayah Kabupaten Bone Bolango.

Terakhir, tentunya kami atas nama Balai TNBNW dan juga E-PASS menyampaikan apresisai setinggi-tingginya dan terima kasih atas partisipasi dan kerjasama seluruh peserta lokakarya, sehingga kegiatan lokakarya di Gorontalo bisa berjalan sukses dan menghasilkan sesuatu yang sangat berharga dalam rangka upaya pelestarian kawasan konservasi TNBNW, khususnya di wilayah Bone Bolango, Gorontalo. (Hms/Kadir/toeb)