Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan TNBNW 2017-2026

Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan TNBNW 2017-2026

by Desember 19, 2016

Bone Bolango, InfoPublik – Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) didukung oleh Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS) atau peningkatan sistem kawasan konservasi di Sulawesi untuk konservasi keanekaragaman hayati, menyelenggarakan kegiatan konsultasi publik rencana pengelolaan TNBNW 2017-2026 di Provinsi Gorontalo.

Kegiatan yang dibuka Sekda Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Provinsi Gorontalo Husen Hasni tersebut, berlangsung di Hotel Maqna Gorontalo, Senin (19/12).

Dalam sambutan singkatnya, Husen Hasni mengatakan penyusunan rencana pengelolaan TNBNW 2017-2026 sangat penting untuk terwujudnya pengelolaan taman nasional yang terintegrasi dengan pembangunan daerah.

Sementara itu, Direktur Kawasan Konservasi dan juga Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Herry Subagiandi dalam sambutannya menjelaskan rencana pengelolaan taman nasional (RPTN) merupakan pedoman dan arahan pengelolaan dalam kurun waktu 10 tahun.

Menurutnya, dalam penyusunan (RPTN) ini perlu mengacu pada Permen LHK Nomor P.35/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2016 tentang tata cara penyusunan rencana pengelolaan pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

Rencana pengelolaan ini, menguraikan kondisi biofisik kawasan, sosial ekonomi dan budaya masyarakat di dalam dan sekitar kawasan, kondisi pengelolaan saat ini, permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Selain itu, menyangkut kebijakan pemerintah yang terkait dengan pengelolaan taman nasional baik di tingkat regional maupun nasional, visi dan misi pengelolaan, hasil-hasil analisa dan proyeksi, serta rencana kegiatan pengelolaan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Kepala Balai TNBNW Noel Layuk Allo menambahkan dalam penyusunan RPTN ini terdiri dari beberapa tahap, meliputi penyusunan draft dokumen RPTN, pembahasan draft 0 RPTN, konsultasi publik, pengesahan dan sosialisasi.

Untuk saat ini masih dalah tahap konsultasi publik dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi dan masukan dari stakeholder terkait di tingkat kabupaten dan provinsi dan mensinergiskan rencana pengelolaan TNBNW dengan rencana pembangunan daerah Gorontalo.

Noel Layuk Allo menjelaskan TNBNW adalah taman nasional darat terbesar di Sulawesi yang memiliki biodiversity tinggi dan menjadi habitat penting bagi spesies endemik Sulawesi.

Spesies endemik Sulawesi tersebut, seperti anoa dataran rendah (Bubalusdepressicornis), anoa dataran tinggi (Bubalusquarlesi), babirusa (Babyrousababyrussa), maleo (Macrocephalon maleo), yaki (Macacanigra dan Macacanigrescens), tarsius (Tarsius tarsier), dan lain sebagainya.

“Paling tidak teridentifikasi 32 jenis mamalia (15 jenis masuk dalam kategori IUCN terancam punah), 192 jenis burung (20 jenis masuk dalam kategori IUCN terancam punah), 23 jenis amphibi dan reptil, serta 289 jenis pohon,” jelasnya.

Dia juga menambahkan TNBNW juga merupakan habitat bagi flora endemik seperti cempaka, palem matayangan, dan nantu.

Selain itu, TNBNW juga memiliki nilai jasa lingkungan seperti wisata dan pemanfaatan air/energi yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan.

Terdapat sekitar 125 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional dan mereka juga memanfaatkan air dari dalam kawasan untuk konsumsi, pertanian, maupun untuk PLTMH.

Namun TNBNW juga menghadapi ancaman seperti perambahan, penebangan liar, penambangan tanpa ijin, perburuan liar dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan yang tepat dan efektif untuk kawasan taman nasional ini.

Sebelumnya, Field Coordinator E-PASS Bogani Nani Wartabone, Elisabet Purastuti dalam press releasenya menjelaskan bahwa kegiatan konsultasi publik rencana pengelolaan TNBNW 2017-2026 ini diselenggarakan oleh Balai TNBNW didukung oleh E-PASS

Dengan melibatkan Pemda Provinsi Gorontalo, Pemda Kabupaten Bone Bolango, Kementrian LHK, masyarakat sekitar kawasan taman nasional yang diwakili oleh Camat, LSM, perguruan tinggi, dan stakeholder terkait lainnya.

“Diharapkan lewat kegiatan konsultasi public ini dapat menjembatani para pihak dalam  mensinergiskan dan mengintegrasikan program dalam rangka mempertahankan fungsi dan keutuhan ekosistem TNBNW yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya. (MC. Bone Bolango/Hms/Kadir/toeb)