Program Bantuan Dana Hibah Skala Kecil

Keberlanjutan sistem kawasan konservasi tidak hanya bergantung pada efektifitas pengelolaannya, namun juga pada pengelolaan kawasan sekitarnya, termasuk kawasan penyangga. Solusi jangka panjang untuk pelestarian keanekaragaman hayati di Sulawesi adalah dengan sistem kawasan konservasi yang terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya, dengan kapasitas dan sumber pendanaan untuk menjaga keanekaragaman hayati agar tetap bertahan dari ancaman-ancaman di masa mendatang. Aktifitas mendasar, meskipun signifikan, namun tidak mencukupi untuk mencapai solusi diatas.

Sementara itu, kapasitas teknis dan pendanaan pemerintah dalam melindungi kawasan konservasi yang telah ada juga  masih sangat terbatas. Sehingga diperlukan dukungan dari semua pihak guna memperkuat efektifitas pengelolahan dan keberlanjutan pendanaan sistem kawasan konservasi di Sulawesi dalam merespon berbagai tekanan yang ada saat ini maupun yang akan datang. Salah satu dukungan yang diupayakan adalah melalui pelaksanaan proyek hibah luar negeri.

Tiga Lokasi Kawasan konservasi di Sulawesi terpilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ketiga lokasi tersebut secara umum menghadapi berbagai ancaman keanekaragaman hayati yang berasal dari komunitas di dalam dan di sekitar kawasan. Ketiga lokasi tersebut adalah  Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Taman Nasional Tangkoko (TNK) dan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Untuk mengurangi ancaman tersebut, UPT (Unit Pelaksana Teknis) di lokasi tersebut telah membangun beberapa kesepakatan konservasi sukarela dalam bentuk Kesepakatan Konservasi Masyarakat (KKM) atau dikenal juga dengan istilah Community Conservation Agreement (CCA) dengan masyarakat enclaved dan sekitar kawasan yang berfungsi sebagai daerah penyangga.

Guna mendukung aktifitas CCA tersebut, proyek EPASS menyediakan alokasi dana micro grant untuk mewujudkan pendapatan kelompok masyarakat lingkup CCA dari usaha kecil/menengah sebagai mata pencaharian alternatif yang dapat mengurangi atau mengganti ketergantungan hidup pada hutan, yang bersifat ramah lingkungan, kegiatan inovatif mengusung skema konservasi yang diajukan oleh kelompok CCA di tiga lokasi tersebut. Micro Grant Capital grant EPASS akan disalurkan melalui bank pemerintah yaitu BNI. Oleh karena itu diperlukan sebuah pedoman sebagai acuan untuk mengatur kriteria kelayakan, kategori dan besaran dana, jenis usaha / kegiatan, dan mekanisme penyaluran dana dari Bank sampai kepada kelompok penerima, dimana seluruh prosedur dapat dilaksanakan dengan cara partisipatif, demokratis, dan transparan.

Program Bantuan Dana Hibah Skala Kecil (Micro Capital Grant) EPASS adalah pemberian dana yang dialokasikan oleh program EPASS untuk mendukung inovasi-inovasi kegiatan yang diusulkan dan dilaksanakan oleh komunitas masyarakat dilingkup CCA dari usaha kecil sebagai mata pencaharian alternatif yang dapat mengurangi / mengganti ketergantungan hidup pada hutan di tiga lokasi program EPASS. Diharapkan diakhir pelaksanaan kegiatan ini, komunitas dapat menjalankan kesepakatan yang terdapat dalam CCA dengan memperoleh dukungan pendanaan Micro Capital Grant dengan cara melaksanakan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dalam upaya melestarikan hutan dan sumber daya penting di tiga lokasi proyek.

 

 

Realisasi Progress Pencairan

Jumlah Penerima Bantuan Micro Grant