Rilis Media: Para Pihak Penegak Hukum di Sulawesi Utara Sepakat Mendukung Penindakan Tindak Pidana Kehutanan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Sekitarnya

Rilis Media: Para Pihak Penegak Hukum di Sulawesi Utara Sepakat Mendukung Penindakan Tindak Pidana Kehutanan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Sekitarnya

by Mei 17, 2017

Kotamobagu, 17 Mei 2017 – Para penegak hukum di Sulawesi Utara lingkup Bolaang Mongondow sepakat untuk saling mendukung dan memperkuat proses penegakkan hukum lingkungan hidup dan kehutanan yang terjadi di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan sekitarnya yang akan ditangani sampai tuntas. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi para pihak dalam menangani tindak kejahatan kehutanan di TN Bogani Nani Wartabone, yang dilaksanakan di Hotel Sutaraja Kotamobagu (17/5).

Rapat ini diselenggarakan oleh E-PASS Bogani Nani Wartabone dan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, yang dihadiri oleh Kepolisian Resor Bolaang Mongondow, Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Pengadilan Negeri Kotamobagu, Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Sulawesi, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, dan Komando Distrik Militer 1303/Bolaang Mongondow. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan koordinasi antar aparat penegak hukum serta berbagi pengalaman dan informasi antar para pihak dalam upaya menurunkan intensitas kejahatan kehutanan di taman nasional dan sekitarnya.

Dalam arahannya, Kepala Balai TN Bogani Nani Wartabone, Ir. Noel Layuk Allo M.M menegaskan bahwa “koordinasi ini sangat stretegis untuk mempercepat proses penindakan kejahatan kehutanan yang terjadi di dalam kawasan Taman Nasional hingga tuntas, sehingga memberikan efek jera bagi para pelaku” Sementara itu pihak Kepolisan Resor Bolaang Mongondow dan BPPHLHK sebagai pihak yang berwenang dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana kehutanan ini juga menyatakan kesiapannya menindaklajuti setiap laporan tindak pidana yang diberikan oleh Balai TN Bogani Nani Wartabone termasuk dukungan personil jika diperlukan.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Kotamobagu dan Pengadilan Negeri Kotamobagu juga menyatakan kesiapannya untuk mempercepat proses penuntutan dan pengadilan setiap tindak pidana kehutanan. Bahkan jika pihak Balai TN Bogani Nani Wartabone dan Balai KSDA membutuhkan dukungan personil dalam proses penindakan di lapangan, pihak Kodim 1303/Bolaang Mongondow juga siap memberikan dukungan personil pengamanan.

Kasus illegal logging dan perambahan kawasan hutan merupakan tindak pidana kehutanan yang paling sering terjadi di dalam kawasan TN Bogani Nani Wartabone. Sedangkan kasus-kasus perburuan dan perdagangan satwa liar dilindungi, juga masih kerap terjadi baik yang diburu dari dalam kawasan taman nasional maupun di luar kawasan. Kawasan taman nasional ini juga menghadapi ancaman penambangan emas tanpa izin, dan kebakaran hutan.

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (282.008 hektar) merupakan kawasan konservasi darat terbesar di Sulawesi yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi dan menjadi habitat penting bagi beragam jenis endemik Sulawesi, seperti anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), babirusa (Babyrousa celebensis), dan maleo (Macrocephalon maleo). Taman Nasional ini juga memiliki nilai jasa lingkungan untuk wisata alam dan pemanfaatan air yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan. Terdapat sekitar 125 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional dan mereka juga memanfaatkan air dari dalam kawasan untuk konsumsi, pertanian, maupun untuk PLTMH.

 

Catatan untuk Editor:

Kegiatan ini diprakarsai oleh E-PASS (Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation) atau “Peningkatan Sistem Kawasan Konservasi di Sulawesi untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati” adalah proyek hibah GEF diinisiasi sejak tahun 2011 oleh Kementerian Kehutanan bersama UNDP dan dilaksanakan berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah yang ditandatangani oleh Sekjen Kementerian Kehutanan, Country Director UNDP Indonesia dan Kementerian Keuangan pada akhir Maret 2015. E-PASS berkegiatan di 3 lokasi di Sulawesi yaitu di Cagar Alam Tangkoko, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Taman Nasional Lore Lindu. Tujuan proyek E-PASS adalah untuk membantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam memperkuat sistem kawasan konservasi di Sulawesi untuk merespon berbagai ancaman terhadap keberadaan sumber daya hayatinya.

 

 

 

Informasi Lebih Lanjut:

 

Hanom Bashari

Protected Area Specialist

E-PASS Bogani Nani Wartabone

H: 0813 4031 5883

E: han_bashari@yahoo.com

Ridwan Abdul

Polhut Pelaksana Lanjutan

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

H: 0812 4551 0952