SIARAN PERS: E-PASS MENYELENGGARAKAN PELATIHAN RESORT BASED MANAGEMENT UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS STAF TAMAN NASIONAL BOGANI NANI WATABONE

SIARAN PERS: E-PASS MENYELENGGARAKAN PELATIHAN RESORT BASED MANAGEMENT UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS STAF TAMAN NASIONAL BOGANI NANI WATABONE

by Maret 21, 2017

Gorontalo-Selasa 21 Maret 2017, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) melalui proyek E-PASS menyelenggarakan pelatihan Resort Based Management (RBM) dalam rangka peningkatan kapasitas staf. Pelatihan ini dilaksanakan di dua lokasi secara seri, yaitu di Kotamobagu pada 16-18 Maret 2017 untuk peserta dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Doloduo dan SPTN III Maelang, kemudian dilanjutkan di Kota Gorontalo pada 21-23 Maret 2017 untuk peserta dari SPTN I Limboto. Selain diikuti oleh Polisi Kehutanan (Polhut) dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) yang mewakili seluruh resort di tiap SPTN, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) TNBNW.

Dalam amanat sambutannya, Kepala Balai TNBNW, Ir. Noel Layuk Allo, MM. menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi para staf, karena selain bersifat materi penyegaran, di dalam pelatihan ini juga terdapat materi-materi untuk penguatan kinerja staf TNBNW di lapangan. Pelatihan ini juga untuk menambah keterampilan MMP dalam bertugas. “Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang disampaikan dalam pelatihan ini benar-benar dapat membantu meningkatkan kinerja staf dan MMP di TNBNW, khususnya dalam pelaksanaan pengelolaan kawasan taman nasional berbasis resort atau RBM”, tegas Noel Layuk Allo.

Pelatihan RBM ini berisikan materi-materi berupa penguasaan peralatan survey, monitoring, dan patroli seperti GPS dan binokuler. Materi ini disampaikan oleh Afif Kaumbo dari Federasi Orientering Sulawesi Utara. Diberikan juga materi pelatihan berupa pengenalan jenis-jenis satwa penting yang berada di kawasan TNBNW serta teknik-teknik survey dan monitoring satwa, yang disampaikan oleh Diah Irawati Dwi Arini dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado. Sedangkan, Christomus Bode dari Wildlife Conservation Society menyampaikan pengantar metodologi dan simulasi penggunaan sistem SMART Patrol dalam pelaksanaan patroli kawasan yang telah diterapkan di beberapa kawasan konservasi di Indonesia termasuk sebagian di kawasan TNBNW.

Elisabet Purastuti selaku Field Coordinator E-PASS Bogani Nani Wartabone menyampaikan, bahwa pelatihan ini diikuti oleh total 60 peserta, yang terdiri dari 22 peserta dari SPTN I Limboto, 22 peserta dari SPTN II Doloduo, dan 16 peserta dari SPTN III Maelang. “Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi para Polhut, PEH, maupun MMP dalam pelaksaan RBM yang sedang dan akan dilaksanakan di Balai TNBNW, maupun bentuk-bentuk kegiatan lain dalam konsep pengelolaan kawasan berbasis resort”, demikian ditambahkan oleh Elisabet.

Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (287.115 hektar) berada di dua provinsi, Sulawesi Utara dan Gorontalo. Taman nasional ini merupakan satu dari tiga taman nasional daratan di Pulau Sulawesi. Kawasan konservasi daratan terluas di Sulawesi ini, menjadi tempat terbaik bagi perlindungan jenis-jenis satwa endemik dan penting Sulawesi, seperti maleo senkawor, julang sulawesi, dan kangkareng sulawesi dari kelompok avifauna. Sementara dari kelompok mamalia, kawasan taman nasional ini menjadi habitat penting bagi anoa dataran-tinggi dan anoa dataran-rendah, babirusa sulawesi, tarsius sulawesi, musang sulawesi, serta dua jenis macaca, yaitu monyet-hitam gorontalo dan monyet-hitam Sulawesi. Monyet-hitam sulawesi (Macaca nigra) merupakan jenis mamalia paling terancam di Sulawesi dengan status Kritis atau Critically Endangered berdasarkan kategori IUCN sejak 2008.

 

Catatan untuk Editor:

Kegiatan ini diprakarsai oleh E-PASS (Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation) atau “Peningkatan Sistem Kawasan Konservasi di Sulawesi untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati” adalah proyek hibah GEF diinisiasi sejak tahun 2011 oleh Kementerian Kehutanan bersama UNDP dan dilaksanakan berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah yang ditandatangani oleh Sekjen Kementerian Kehutanan, Country Director UNDP Indonesia dan Kementerian Keuangan pada akhir Maret 2015. E-PASS berkegiatan di 3 lokasi di Sulawesi yaitu di Cagar Alam Tangkoko, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Taman Nasional Lore Lindu. Tujuan proyek E-PASS adalah untuk membantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam memperkuat sistem kawasan konservasi di Sulawesi untuk merespon berbagai ancaman terhadap keberadaan sumber daya hayatinya.

 

Informasi Lebih Lanjut:

Hanom Bashari, Protected Area Specialist

E-PASS Bogani Nani Wartabone

HP 081340315883

E-mail:

han_bashari@yahoo.com