Dirjen KSDAE Perkenalkan Proyek E-PASS di Sulawesi Tengah

Dirjen KSDAE Perkenalkan Proyek E-PASS di Sulawesi Tengah

by Desember 3, 2015

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Tachrir Fathoni, M.Sc. secara resmi membuka Lokakarya Sosialisasi proyek Peningkatan Sistem Kawasan Konservasi di Sulawesi untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati (E-PASS) di Hotel Mercure Palu pada tanggal 3 Desember 2015.

Lokakarya ini bertujuan untuk membentuk pemahaman dan kerjasama antara pihak proyek, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam mencapai tujaun akhir proyek E-PASS.

Dalam sambutannya Dirjen menjelaskan bahwa alasan proyek E-PASS memilih lokasi kerja di Sulawesi, secara khusus di Taman Nasional Lore Lindu, adalah karena kawasan ini sangat kaya akan keanekaragaman hayati dan memiliki biota hasil perpaduan Asia dan Australasia yang unik. Ia juga menekankan agar para pemangku kepentingan benar-benar memanfaatan keberadaan proyek ini untuk konservasi, penurunan angka perambahan hutan dan meningkatkan pengelolaan hutan di Sulawesi.

Lokakarya ini dihadiri lebih dari 30 pemangku kepentingan dan mitra proyek terkait baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten. Selama lokakarya para peserta diberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh mengenai proyek E-PASS dan memberikan masukan mereka melalui presentasi dan diskusi panel yang diberikan oleh Manajer Proyek E-PASS, perwakilan dari KLHK dan TNC.

E-PASS merupakan proyek bantuan luar negeri yang dirancang guna membantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya untuk pengelolaan konservasi di Sulawesi. Proyek tersebut diinisiasi sejak 2011 dan telah mendapat dukungan pendanaan dari GEF sebesar USD 6.265.000,- untuk jangka waktu 5 tahun.

Tujuan utama proyek ini adalah memperkuat efektifitas dan keberlanjutan pendanaan sistem kawasan konservasi di Sulawesi dalam menghadapi berbagai tantangan global terhadap keanekaragaman hayati. Tujuan ini kemudian dirumuskan dalam tiga keluaran seperti yang tercantum dalam dokumen proyek yaitu (1) Memperkuat kapasitas sistem dan institusi untuk perencanaan dan pengelolaan sistem kawasan konservasi di Sulawesi; (2) Keberlanjutan pendanaan sistem kawasan konservasi di Sulawesi; dan (3) Penurunan tingkat ancaman dan perbaikan tata kelola kerjasama di kawasan konservasi dan kawasan penyangga.

Salah satu lokasi demonstrasi proyek ini adalah Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah.(elh)