Tentang E-PASS

Tentang E-PASS

Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS) merupakan proyek bantuan luar negeri yang dirancang guna membantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya pembangunan konservasi di Sulawesi. Proyek tersebut diinisiasi sejak 2011 dan telah mendapat dukungan pendanaan dari GEF  (Global Environment Facility) sebesar USD 6.265.000,- untuk jangka waktu 5 tahun (2015-2020).

Tujuan akhir dari proyek E-PASS adalah sistem kawasan konservasi yang terkelola secara efektif dan terintergrasi dengan lingkungan sekitarnya, yang berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan, inklusif dan adil di Sulawesi. Sasaran proyek sendiri adalah untuk memperkuat efektifitas dan keberlanjutan pendanaan sistem kawasan konservasi di Sulawesi dalam merespon berbagai ancaman terhadap keanekaragaman hayati. Dengan dukungan dari GEF, intervensi di tingkat sistem kawasan konservasi terestrial di Sulawesi akan:

  • Meningkatkan kapasitas sistemik dan institusional untuk perencanaan dan pengelolaan sistem kawasan konservasi di Sulawesi;
  • Meningkatkan keberlanjutan finansial sistem kawasan konservasi di Sulawesi;
  • Mengurangi ancaman serta memperkuat tata kelola kerjasama di kawasan konservasi target dan kawasan penyangganya.

Ketiga hasil tersebut akan diilaksanakan melalui tiga komponen di bawah ini.

Komponen 1: Meningkatnya kapasitas sistemik dan institusional untuk perencanaan dan pengelolaan sistem kawasan konservasi di Sulawesi.

Pendanaan GEF di bawah Komponen 1 ini akan memberikan dukungan bertahap terhadap usaha-usaha yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia dalam membangun kapasitas sistemik dan institusional untuk sistem kawasan konservasi di Sulawesi. Jaringan kawasan konservasi di Sulawesi akan menerima dukungan bertarget dari GEF agar dapat memacu laju dan tingkat perbaikan kapasitas utama yang dibutuhkan untuk perencanaan dan pengelolaannya. Karena sistem kawasan konservasi di Sulawesi hampir keseluruhan berada di bawah pengelolaan KSDAE, sebuah Direktorat Jenderat di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan – melalui badan perwakilan lokal dan dukungan dari pusat – komponen ini akan berfokus pada penanganan hambatan yang dihadapi oleh upaya-upaya yang sedang dilakukan oleh KSDAE di wilayah ini. Upaya-upaya ini akan diterapkan dalam konteks keseluruhan pulau – termasuk pengawasan, kontra perburuan berbasis intelijen, dan upaya konsolidasi sistem kawasan konservasi –  untuk memastikan bahwa masing-masing upaya tersebut dapat menjawab tantangan-tantangan utama yang dihadapi keanekaragaman hayati di pulau tersebut secara strategis dan menyeluruh. Untuk itu, proyek ini akan merangkul pihak-pihak di luar KLHK untuk melibatkan dan mengembangkan kapasitas dan mendukung para pemangku kepentingan di Sulawesi, termasuk secara khusus pemerintah daerah, yang sangat dibutuhkan partisipasinya demi mencapai tujuan akhir proyek. Komponen ini juga diharapkan dapat menghasilkan efek demonstrasi/replikasi penting terkait dengan KLHK dan upaya pengembangan kapasitas kawasan konservasi tingkat lokal/provinsi di seluruh kepulauan Nusantara.

Komponen 2: Keberlanjutan pendanaan sistem kawasan konservasi.

Analisa dasar, termasuk persiapan untuk kartu skor keberlanjutan pendanaan sistem kawasan konservasi, telah mengidentifikasi sejumlah kelemahan dan kesempatan yang dapat diasosiasikan dengan pendanaan subsistem kawasan konservasi terestrial di Sulawesi. Banyak daripadanya yang tentu saja merefleksikan, dan terkait dengan, lingkungan yang mendukung di tingkat nasional.

Di bawah komponen ini, tiga keluaran yang saling terkait akan bersama-sama mendukung peningkatan keberlanjutan pendanaan sistem kawasan konservasi di Sulawesi:

  • Menilai, dan menggalang kepedulian, terhadap nilai ekonomis lingkungan dari kawasan konservasi di Sulawesi;
  • Mengembangkan strategi pendanaan sistem kawasan konservasi untuk seluruh Sulawesi, dan rencana percontohan di tingkat provinsi, berdasarkan penilaian kebutuhan yang dilakukan sebelum dan selama PPG;
  • Memperluas dan meragamkan sumber pendapatan untuk pengelolaan kawasan konservasi, termasuk dari sumber-sumber baru seperti pariwisata alam dan REDD+.

Komponen 3: Penurunan ancaman dan tata kelola kerjasama di lokasi demonstrasi proyek dan kawasan penyangga.

Di bawah komponen ini, proyek E-PASS akan berfokus pada dukungan dan pengembangan kapasitas di tingkat lokasi proyek di tiga kawasan konservasi. Profil lingkungan telah dikembangkan mencakup ketiga lokasi tersebut dan sekelilingnya. Profil tersebut memberikan gambaran mendalam mengenai isu-isu kunci yang terkait di masing-masing lingkungan, termasuk konteks dasar, penjelasan mengenai kawasan konservasi, analisa dasar lingkungan yang mencakup ancaman dan hambatan, dukungan dan peluang dasar. Informasi tambahan yang tersedia untuk masing-masing lokasi termasuk analisa METT dan data keuangan kawasan konservasi, dan juga kartu skor kapasitas insistitusional yang terkait dengan pengelola yang berwenang atas masing-masing lokasi. Indikator-indikator penting di tingkat lokasi telah ditetapkan berdasarkan kunjungan lapangan, skor Keutuhan Habitat, skor Indeks Kesehatan Ekosistem, dan indeks ancaman.

Berdasarkan analisa PPG di atas, dan kerangka kerja proyek yang dikembangkan dalam PIF, sebuah paket yang telah disesuaikan akan diberikan kepada masing-masing lokasi target. Paket ini termasuk kombinasi dukungan di bawah tiga keluaran berikut:

  • Perencanaan penggunaan lahan yang terintegrasi
  • Dukungan operasional kawasan konservasi di tingkat lokasi
  • Tata kelola bersama kawasan konservasi dan kawasan penyangga.

Kegiatan-kegiatan tingkat lokasi di bawah Komponen ini akan berhubungan erat dengan keluaran-keluaran terkait yang dihasilkan dari dua komponen proyek lainnya. Dalam banyak kasus, hal ini akan melibatkan sistem, kebijakan, kapasitas dan/atau sarana yang dikembangkan dalam skala besar (untuk keseluruhan pulau), yang dapat diujicobakan di lokasi proyek. Namun, masukan diharapkan datang dari dua arah, dimana aksi-aksi di tingkat ujicoba akan memberikan kontribusi pula bagi pengetahuan dan pemahaman yang menghasilkan rancangan program skala besar.