E-PASS, Balai TNBNW dan Dinas Pariwisata Gorontalo Bahas Kelanjutan Sustainable Tourism

Setelah dirintis sejak 5 tahun lalu, program pengembangan dan pengelolaan Sustainable Tourism atau wisata berkelanjutan untuk desa penyangga di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) akan terus dilanjutkan.

Program itu masuk dalam Enhancing the Protected Area System in Sulawesi (E-PASS) for Biodiversity Conservation tersebut telah disepakati bersama dengan pihak Balai Pengelolaan Taman Nasional I TNBNW dan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Kamis (12/11/2020).

“Program E-PASS sudah berjalan selama 5 tahun dan akan berakhir Desember 2020 ini, “ kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional I TNBNW, Bagus Tri Nugroho.

Sebelumnya, E-PASS merupakan program pemberdayaan masyarakat dengan lokus desa penyangga di kawasan TNBNW dengan fokus pada pemberdayaan dan edukasi masyarakat untuk berperan dalam pelestarian kawasan konservasi dan memanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Dengan begitu, masyarakat di desa penyangga dapat terus mengembangkan pariwisata berkelanjutan (ecotourism). Mereka di antaranya Desa Tulabolo, Poduwoma, Tunggulo dan beberapa desa lainnya.

Pada pertemuan ini pula, E-PASS dan Balai Taman Nasional I berencana akan menggelar Workshop Exit Strategy pada Kamis pekan depan, (19/11/2020). Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo pun akan hadir sebagai vocal point keberlanjutan program E-PASS.

Harapannya, program E-PASS yang sudah dirintis untuk sustainable tourism di Desa Tulabolo cs terus dilanjutkan karena memiliki potensi besar dalam menunjang pariwisata yang mendunia dengan fasilitas yang sudah ada seperti homestay dan keanekaragaman hayati.

Pemerintah daerah pun dapat melakukan penatakelolaan yang lebih baik agar di desa semakin baik.

“Kami mengapresiasi program yang telah dilakukan oleh Balai Taman Nasional dan program E-PASS khusus pengembangan pariwisata,” tambah Rifli.

Untuk menyempurnakan tata kelola, Rifli meminta data dari Balai Taman Nasional dan pendamping EPASS terkait kelompok masyarakat, lokasi, dan desa yang perlu didukung ke depan.

“Dinas Pariwisata bersama Bapppeda tengah mendorong Geopark Gorontalo dan salah satu geoside ada di Tulabolo. Olehnya keberlanjutan program di Tulabolo akan kami dorong bersama dengan memperhatikan skala prioritas,” sambung Rifli.

Dalam pertemuan ini Balai Taman Nasional dan EPASS saat ini sedang menggelar rangkaian Festival Maleo yang puncaknya pada tanggal 21 November yang berlokasi di Lombongo. Festival ini diisi dengan pameran foto satwa liar, video pendek, talkshow, dan akan dihadiri oleh Dirjen KSDAE.(adv/alex)

Tinggalkan komentar